Half of Twenty-Second; ALLAH, Keluarga, Karir, Kuliah, Sahabat Dan Lingkungan

Setiap tahun berganti merupakan waktu yang tepat untuk memikirkan rencana dan harapan apa yang ingin ditempuh dan dicapai untuk kedepannya, mungkin untuk besok, lusa atau waktu yang tidak ditentukan. Aku sendiri  biasanya setiap tahun atau dihari  bertambahnya umur baru selalu dengan rutin menuliskan resolusi- resolusi yang hendak ingin aku capai. Tapi untuk kali ini di half of 22 aku ingin rewrite kembali dan sedikit merubah resolusi- resolusi yang sudah pernah aku buat 6 bulan lalu, tepatnya dihari ulang tahun ku. Kenapa aku menulis di Half of 22? Entahlah diwaktu sekarang  ini memang i feel there’ re some things different, as big power to change my life. Seperti ada kekuatan besar dan semangat yang baru, entah dari mana datangnya. But i do believe that it is one of part his scenario for me. Aku setuju sekali dengan pepatah yang mengatakan “ Akan ada pelangi setelah hujan menghampiri ”. Ya memang tempo lalu ada sedikit rasa kecewa, sedih dan mungkin bisa dibilang suatu kegagalan. Ketika seseorang mempunyai pengharapan yang terlalu tinggi dan dia perjuangkan dalam waktu yang cukup lama tapi kenyataan nya tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan, mungkin siapa pun orangnya yang mengalami seperti itu pasti ada rasa sedih dan kecewa. Wajar because we are human. Yang terpenting kita jangan sampai sedih berlarut- larut dalam kegagalan itu. Cukup menangis sebentar kemudian lupakan!

Ada saatnya kita bahagia, tapi ada saatnya kita harus dicambuk dengan kegagalan bila ingin maju. ‘‘Life is like a rainbow , you need both the sun and the rain to make it’s color appear” 😉 

Okay kembali pada half of 22, tentang semangatku aku jadi berimajinasi  ketika princess elsa membuka gerbang istana esnya dan menyanyikan lagu let it go  kemudian merasakan kebebasan setelah sekian lama menyendiri. Kebebasan mungkin ini yang kurasakan.

Kebebasan menemukan passionate ku, kebebasan meraih cita-cita, kebebasan menemukan jawaban atas apa yang kucari. Di half of 22 ini bisa kubilang merupakan suatu perubahan yang kearah lebih baik, tentu. Dimana aku harus memperbaiki diri sebagai seorang muslimah, ALLAH is number one in my heart. Fokus pada keluarga, bagaimana caranya agar aku bisa membahagiakan mereka terutama ayah dan ibuku.

Pada karirku, aku harus fokus pada karir yang sudah aku pilih, mengabdikan diri melayani kesehatan masyarakat setiap harinya. Selain itu  menabung demi masa depan makanya di usia yang produktif ini aku tidak boleh malas bekerja.

Untuk sahabat-sahabatku yang senantiasa mendukung aku, i love you guys. Dan aku harus fokus pada kuliah ku, jujur saja aku belum merasa puas dengan ilmu yang aku dapatkan sekarang, untuk itu aku ingin menuntut ilmu setinggi-tingginya. Karena apa? Karena aku ingin memberikan kontribusi kepada lingkungan dengan ilmu yang aku miliki. Bukan untuk disombongkan atau pun di raden mas kan, tapi ilmu itu harus dibagi atu diamalkan. Selain itu juga kelak aku akan menjadi seorang istri sekaligus seorang ibu. Aku ingin suamiku kelak tidak malu memiliki istri sepertiku yang sejati nya akan menjadi ibu dari anak- anaknya, mendidiknya dan menjadi madrasatul ula. 🙂

Tentang hati bagaimana? hehehehe

“ My final words”

In my heart there’s the one who’s a marvelous inspiration of mind ever. who is he? (ntar aku jawab dilain kesempatan :):):):)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s