Kisah sebatang pencil

Kau sanggup melakukan hal-hal besar, tetapi jangan pernah lupa bahwa ada tangan yang membimbing setiap langkahnya. Kita menyebutnya tangan Tuhan dan Dia selalu membimbing kita sesuai dengan kehendak-NYA

Sesekali nenek mesti berhenti menulis dan meraut pensil ini. Pensil ini akan merasa sakit sedikit, tetapi sesudahnya dia menjadi jauh lebih tajam. Begitulah denganmu, kau harus belajar menanggung beberapa penderitaan dan kesedihan, sebab penderitaan dan kesedihan akan menjadikanmu orang yang lebih baik.

Pensil ini tidak keberatan kalau kita menggunakan penghapus untuk menghapus kesalahan-kesalahan yang kita buat. Ini berarti tidak apa-apa kalau kita memperbaiki sesuatu yang pernah kita lakukan. KITA jadi tetap berada di jalan yang benar untuk menuju keadilan.

Yang paling penting pada sebatang pensil bukanlah bagian luarnya yang dari kayu, melainkan bahan grafit didalamnya. Jadi, perhatikan selalu apa yang sedang berlangsung di dalam dirimu.

Dan terakhir pensil ini selalu meninggalkan bekas. Begitu pula apa yang kau lakukan.Kau harus tahu bahwa segala sesuatu yang kau lakukan dalam hidupmu akan meninggalkan bekas, maka berusahalah untik menyadari hal tersebut dalam setiap tindakan mu.

(Seperti sungai yang mengalir)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s