Maafkan kami

Ukuran pemahaman yang kami buat memang keterlaluan sekali ya ALLAH. Kami takut tidak memiliki harta, kami cemas bila esok tak ada harapan menambah pundi-pundi, sementara teman-teman kami sudah sedemikian menterengnya. Padahal apa salahnya? Kami justru tidak malu membenarkan hal-hal keliru. Berkata, ah! Bukankah itu sudah demikian peraturannya. Lumpsum.

Setiap perjalanan diberikan ongkos sekian. Habis tidak habis ya segitu! Kami lupa, kalau “ peraturan manusia” bilang demikian, apa lantas peraturan-MU bilang sama? Kami lupa, ukuran yang benar adalah ukuranMU, bukan ukuran yang sengaja kami ciptakan untuk menelikungMU. Bukan permufakatan yang kami lakukan untuk membuat peraturan-peraturan tersebut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s